Menhan Probowo Subianto Menyambangi Pabrik Kapal Perang Siluman di Banyuwangi

BanyuwangiMenteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, menyambangi pabrik kapal perang berteknologi 'siluman' milik PT Lundin Sector Invest di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (7/9). Dalam kunjungan itu, Prabowo diterima oleh Pemimpin PT Lundin John Lundin dan Lizza Lundin.

Berdasarkan informasi dari Biro Humas Setjen Kemhan, Prabowo meninjau kapal perang buatan PT Lundin yakni Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran yang diberi nama KRI Golok-688 dan Tank Watercraft Antasena.

"Menhan berharap, industri perkapalan dalam negeri di bidang pertahanan terus dikembangkan dan yakin dapat bersaing dengan produk-produk industri pertahanan luar negeri," tulis informasi yang diunggah di akun sosial media resmi Kemhan RI, dikutip pada Rabu (8/9).

KRI Golok-688 merupakan kapal perang yang terbuat dari bahan komposit, memiliki keunggulan kekuatan yang tinggi, lebih ringan, serta mempunyai ketahanan lelah, dan ketahanan korosi sangat baik. Kapal memiliki spesifikasi panjang seluruhnya (Loa) 62,53 meter, lebar 16 meter, tinggi kapal dari draft 18,7 meter dengan bobot 53,1 load.

Kecepatan maksimum 28 knots, kecepatan jelajah 16 knots, dan kapal perang ini juga dipersenjatai meriam 30 mm, senapan 12,7 mm serta mampu mengangkut 25 ABK. Pada akhir Agustus lalu TNI AL secara resmi menerima kapal perang ini untuk menjaga wilayah Indonesia.

Selain KRI Golok-688, Menhan Prabowo juga meninjau pembangunan Container Watercraft Antasena. Badan kapal Storage tank Boat Antasena terbuat dari karbon komposit, memiliki kekuatan 10 kali lebih kuat dari baja. Meski begitu, karena bobotnya yang ringan, kendaraan ini bisa bergerak cepat dan mampu menghancurkan musuh dari jarak 5 kilometer.

Antasena adalah prototipe container watercraft buatan PT Pindad (Persero) yang diproduksi di PT Lundin dan masuk dalam jajaran Alat Utama Sistem Kesenjataan (alutsista) TNI Angkatan Darat.

Kapal Perang Teknologi Siluman Diluncurkan di Banyuwangi Telan Biaya Rp 114 M.

PT Lundin Market Banyuwangi akhirnya merampungkan pembuatan kapal perang berteknologi 'siluman' generasi ke-2. Berlokasi di Pantai Cacalan, Banyuwangi, kapal perang yang bernama KRI Golok 688 diperkenalkan ke publik dan disaksikan langsung oleh KSAL Laksamana Yudo Margono pada Sabtu (21/8) lalu.

Mengutip situs Naval Blog post, KRI Golok 688 dibangun dari bahan komposit yang mampu mengecoh atau terhindar dari pantauan radar. Bahan tersebut juga membuat bobot kapal menjadi ringan, bisa melaju lebih cepat dan terhindar dari korosi.

Mengutip situs Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), KRI Golok merupakan penyempurnaan dari Klewang 1 yang sempat diluncurkan pada tahun 2012. Saat masih dalam proses pengujian, KRI Klewang 1 terbakar habis di Selat Bali pada 28 September 2012.

PT Lundin sebagai produsen word play here harus mengganti kapal perang pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Indonesia itu, karena belum diserahkan kepada pemesannya.

KRI Klewang 1 sendiri, menurut KKIP, menghabiskan anggaran hingga Rp 114 miliar. Pengadaan kapal tersebut dibiayai APBN Tahun 2009. Kelebihan kapal Klewang tersebut, yakni memiliki teknologi stealth yang tidak bisa dilacak oleh radar. Teknologi stealth ini juga dimiliki pesawat terbang intai F-117 Evening Hawk milik Angkatan Udara Amerika Serikat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seorang Penumpang Gelap Bersembunyi di Roda Pendaratan Pesawat Dalam Penerbangan Guetemala-Amerika Serikat

Seorang Anak Terbakar Semen Basah Saat Bermain Didekat Kontruksi Bangunan

Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un Evaluasi Kebijakan Pemerintahan Korut Sepanjang 2021